.:: J 3 N d E L a ::.
 
..::: Stealing Freshness Underneath the Apple Tree :::...
Tuesday, June 30, 2009
Bad boy

I like the neighborhood of my current apartment better than our previous place. The good thing bout living in here is you get to interact with different kinds of people in neighborhood and experience how it is like to be involved in the community. Some people are nice, some are so friendly and some are just ignorant, and we can’t complain to that.


Anyway, we have met some interesting people here. I met a girl who lives next to our building. Very friendly girl and she seem to be a nice person. At first I thought she’s an ordinary housewife who dressed like a teen girl, just like some women do here. But it turned out she actually is a teen girl. She is a teenage mommy. I bet she is around seventeen or eighteen years old [a guess from her high school uniform] and she has 3 years old boy. Go figure.


Meanwhile I have another big family downstairs. They’re family with four kids. It hadn’t taken long for us to get to know them. They have two really naughty boys [well boys are suppose to be naughty, aren’t they], their lovely daughter and mother whose ability to scream or yell is surprisingly outstanding. You would not want to hear or getting anywhere around them if you hear their mother yelling to the boys. Apparently handling two bad boys, a daughter and a baby, while at the same time, manage your emotion in sanity level are seem to be a seriously hard job.


I sort of dislike the older boys, I don’t know why. Perhaps because he often kicks my apartment’s door with his basket ball and it jolted my baby and made her cry. Or the fact that he doesn’t recognize soft tone to speak, every time he speaks, it’s like yell or yell. But lately I have been put some new perspectives on him.


It was started on a rainy gloomy morning when I heard someone’s crying outside. Then I could see through the kitchen window that it was our neighbor’s daughter. She was crying out loud and wandering around the parking lot like she had no idea where to go. I thought she probably get lost or something so I decided to go downstairs to help her reach her home. But before I moved my feet off the window, I saw her older brother came, walked across the parking lot, approaching his little sister.


Clearly he was trying to pursue his sister to stop crying and go back to their apartment, and it was not succeed. A couple minutes later the rain got heavier. And his sister cry was getting louder. All of the sudden, he squatted in front of her sister and said “ombu” [ombu means piggyback]and her sister jumped to his back and he carried her back home through the morning rain.


That was so sweet of him. Couldn’t imagine that boy, the master of bad boy kingdom in the neighborhood, could be that gentle. I was touched and almost burst my tears out with that simple thing. When I was younger I always wish I had a protective big brother. I imagined we might have some stupid sibling fights sometimes but he’ll always be there to protect me like a big brother should. Bad boy from the outside but nice and gentle from the inside, how cool that would be.




posted by ayuanggraini @ 10:21 AM   1 comments
Monday, June 15, 2009
there's something about his fashion....
Saya ga pernah habis pikir sama apa yang ada di otak para cowo jepang saat mereka mikirin dandanan mereka.



Saya ingat pertama kali saya tiba di tokyo dan saya ternganga melihat cara mereka berdandan. Dan saya ga habis pikir siapa [atau apa] sih yang jadi role model mereka dalam berdandan.



check Hair style?



saya ga ngerti apa nama gaya tatanan rambut mereka, buat saya model rambut seperti lebih mirip acak2 bangun tidur. Tapi anehnya semakin ngejigrag tuh rambut [dianggap] semakin keren, jadi jangan kaget kalo liat cowo di kereta lagi ngaca sambil ngacak2 rambutnya yg udah acak2an. Kadang keputusan mereka pake warna coklat untuk hair dye buat saya bagus, tapi kadang ada yang maksa banget dan berakhir terlihat seperti abis main layangan tiga bulan disawah.



Alis?



Jangan kaget ngeliat alis cowo jepang lebih rapi daripada alisnya krisdayanti karna mereka emang rajin nyabutin alis nya.Saya perna iseng tanya sama temen lab saya dulu, kenapa sih cowo sini suka nyabutin alisnya? menurut temen saya itu buat alasan kerapihan aja dan dia malah bingung kenapa cowo indonesia ga nyabutin alis. gubrak....

Pink?


Dulu buat saya warna pink identik dengan perempuan dan perempuan banget. Jadi buat saya haram hukumnya buat cowo pake pink. Tapi disini saya terbengong2 liat cowo pake pink dari atas sampe bawah [curiga dalemannya jg pink =P]. and as if that was not worse enough, kadang suka nemu cowo dengan pede yang luar biasa jalan2 di tengah kota, pake kemeja kembang2 [mengingatkan gw akan jogja hehe] terus diluarnya pake kaya blazer gitu terus ada korsase bunga mawar seged gambreng nyangkut disitu. Tapi kadang si flower boy ini masih ngerasa kurang keren sehingga perlu menambahkan rantai krincing2 dari celana ke dompetnya....hiyaaa....intinya mereka lebih berani bereksperimen dengan warna2 yang lazimnya dianggap warna perempuan kaya pink, ungu,motif bunga2, korsase dsb.


Tas?


Dan dari sejak saya migrasi ke negara ini sampe hari ini, saya masih ternganga2 melihat tas yang dipake para cowo disini. Tas mereka feminin banget [malah kadang lebih girly daripada tas saya]. ya ga semua cowo gitu sih, tapi banyak banget yg gitu. Misal asisten bos saya, dandanan udah serius kaya scientist beneran, skalinya kluar dia bawa tasnya yang mirip sama shoulder bag ibu2 yg lagi nawar batik di pasar klewer. haduh. Yang lucu kadang suka ngeliat pasangan yg pacaran gitu, tapi saking sehatinya tas nya ampe samaan, sama2 girlynya =).

spatu?

spatu yah boleh lah. rada normal dikit. walo kadang ga ngerti jg kenapa ya mereka suka banget pake spatu pantofel yang ujungnya mancung bgt kaya aladin gitu?ya kalo matching ama atasannya jadi enak diliat tp kalo ga kadang suka jadi aneh. yaah but you know the fashion rule here, smakin aneh dandanan mu maka smeakin oke.

Tapi ya terlepas dari keajaiban cara mereka dandan, harus diakui bahwa perhatian mereka untuk urusan berpakaian lumayan gede jg. yaah mungkin saran dari saya, sebaiknya mereka ganti tuh buku atau majalah atau role model atau fashion advisor yang jadi pedoman mereka dalam berdandan sehari2.

as for me, hehehe....not much change, but I try to make it as normal as it should be =))









Labels:

posted by ayuanggraini @ 3:01 PM   2 comments
Thursday, May 14, 2009
Kecoa punya cerita...
Saya adalah salah satu diantara sekian banyak orang yang sebal sekali dengan makhluk bernama kecoa. Dari dulu saya selalu bingung, kenapa tuhan menciptakan kecoa. Tapi kecoa yang satu bukan kecoa biasa. Yah setidaknya menurut dia sendiri dia bukanlah kecoa biasa.

Kecoa tak biasa ini bernama Supar. Supar adalah anak ke23 dari 30 bersaudara. Orang tua supar tadinya punya harapan besar untuk supar, makanya dikasih nama Supar,yang kalau dibaca dalam spelling bahasa inggris “super”. Kalau seandainya Supar adalah manusia, maka mungkin orang tuanya akan menamainya “suparman” tapi karna supar hanyalah seekor kecoa, maka Supar saja sudah cukup.

Alkisah supar dan keluarga tinggal di sebuah rumah besar. Keluarga besar supar dan teman2nya tinggal menyebar di bawah lantai rumah yang terbuat dari kayu. Rumah itu untuk supar dan teman2nya bagaikan surga. Karna di rumah sebesar itu hanya tinggal sepasang orang tua yang sudah renta. Sehingga Supar dan kerabat2nya bias pesta pora setiap hari tanpa banyak halangan, karna si empunya rumah sudah terlalu lemah untuk menggebuk kawanan supar.

Suatu hari seperti biasa Supar dan sahabat2nya sedang berkutat didapur, menikmati makan siang mereka. Tiba2 dari kejauhan Supar mendengar suara yang tidak biasa ia dengar dan mengendus bau yang tidak biasa ia endus. Dan Supar pun bergerak mendekati arah baud an suara itu. Dari kejauhan Supar melihat kerumunan manusia dan ia melihat cahaya diantara mereka. Supar hamper tak percaya dengan apa yang ia lihat, ia pun sampai mengucek2 matanya tujuh kali untuk bias mempercayai apa yang ia lihat.

********************
Kamu masih waras kan Par?” itu adalah komentar pertama yang keluar dari Supir, sahabat karib Supar ketika ia mendengar curhatan Supar.
Kamu ga liat sih Pir, aku belum pernah melihat cahaya seindah itu”, Supar masih terlentang memandang langit2 kayu rumah mereka.
Masa sih?lebih indah mana sama cahaya petromak di teras belakang situ?
Kamu ga ngerti pir…..kamu ga ngeliat….jadi kamu ga bias ngerasain apa yang aku rasain

*********************

Ternyata bukan hanya Supir yang melihat gelagat tak beres dari Supar. Belakangan sahabat2 nongkrong Supar yang lain pun mulai bertanya2, ada apa dengan Supar.

Supar kenapa ya Pir?Kok semalem tiba2 dia dating dan minjem semua koleksi kaset2 cucu cahyati sama Amdan ATT ku ya?Prasaan selama ini dia benci sekali sama idola2ku itu?Apa kaset2 Limb bizkit dan black Sabbath nya pada rusak?” ujar Ucrit, salah satu tetangga Supar
Eh sama….dua hari yang lalu aku juga ngeliat Supar gitar2an nyanyiin lagunya Didi kempot… itu lho yang judulnya ‘ono opo awakmu’…..aku sampe ga percaya ternyata Supar diem2 hapal lagu itu” celetuk Ningsih
“Ah emang lagi pengen ganti suasana aja kali” kata Supir
Mungkin ayan nya lagi kambuh ya?” Kinoy yang dari tadi diam pun jadi ikutan nimbrung
Ah ga mungkin ayan, ibu nya masih rutin minta obat ke Mbah Rebo” tukas Letar
“Cuma ada satu kemungkinan!” tiba2 Udin meloncat ke tengah kerumunan sahabatnya yang sedang bergosip
Supar sedang jatuh cinta”, dan semua bengong mendengar omongan Udin lalu mereka semua bergulingan tertawa terbahak2.
“eh tapi bias jadi benar….sudah beberapa hari ini, setiap aku aku ajak cari makan ke dapur, pasti kerjaannya Cuma ngintipin yang punya rumah….Supar yang biasanya kalo ga nambah lima kali ga kenyang, sekarang Cuma nambah dua kali…ada ga penjelasan lain yang lebih masuk akal selain cinta?” jelas Supir yang sedari tadi gogoleran diantara teman2nya.
Sebagian diam dan sebagian lagi masih meneruskan tawa mereka, Cuma satu yang ada di kepala mereka yaitu Supar perlu mendapat terapi dari rumah sakit jiwa.

******************

Kamu boleh bilang aku gila Pir, atau apa pun istilahmu. Aku ga keberatan” Supir pun Cuma bisa menggaruk2 punggungnya mendengar komentar Supar
Aku belum pernah merasakan perasaan seperti ini Pir, seumur hidupku menjadi kecoak, apa yang aku rasakan sekarang mengalahkan prasaan saat kita berhasil mendapatkan makanan terenak atw saat kita lolos dari kejaran sapu yg punya rumah sebelah misalnya
nah itu dia point ku Par. Kita ini kecoa, kamu itu kecoa
“terus? Apa karna aku kecoa aku ga boleh bahagia?”
Par..aku ga buta. Aku ngeliat itu makhluk yg kamu bilang Cahaya itu. Dia itu cantik par tapi dia itu manusia. dan kamu itu kecoa, kamu ga punya tempat di dunia Cahaya mu itu. Kamu cuma nyakitin dirimu sendiri” kali ini Supir berusaha lebih tenang bicara dengan Supar
Pir…Cahaya bukan monster kanibal…dan kita walaupun kita tampilan kita kecoa, hati kita bukan kecoa, pir
iyaa..aku tau par…..tapii…
Supir..my friend…..kamu yang terlalu sinis melihat dunia” Supar bergegas memotong omongan supir dan bergerak menuju celah lantai mereka yang mempersilakan cahaya matahari untuk masuk.
“pir coba lihat keluar, dunia ini indah. Lihat itu matahari…setiap hari dia tidak pernah absen menyinari dunia, bahkan rumah kita di kolong lantai kayu ini…” Supir Cuma bias geleng2 melihat orasi Supar,
Pir….kalau kamu tidak mau membuka matamu, bagaimana mungkin kamu bias melihat cahaya itu?” Supir masih belon punya argument untuk melawan Supar yang tampaknya memang sedang jatuh cinta berat, dan Supir merasa perlu mencarikan obat untuk Supar agar ia waras kembali.

***************

Gejala yang muncul akibat virus cinta biasanya dimulai dengan memperlihatkan tanda2 perubahan perilaku atau gaya hidup penderita. Dan fase ini sudah dilewati Supar. Seiring dengan makin mengganasnya virus cinta, Supar pun mulai terserang demam Cahaya, dan satu2nya obat yang bias menyembuhkan demam Supar adalah bertemu dengan Cahaya.
Karna tak tahan dengan kerinduannya akan Cahaya, Supar pun mulai menginisiasi gerak untuk melihat pujaan hatinya itu. Maka suatu pagi, pagi pagi sekali dimana para kecoak yang lain masih pada tidur, Supar menyelinap masuk ke atas rumah.

Seperti biasa ia masuk ke dapur dan mencari jejak Cahaya itu disitu. Tapi tiba2 ia mencium wangi yang sangat kuat dan memabukkan, itulah wangi Cahaya. Dan Supar pun mendekati wewangian itu. Perlahan tapi pasti, ia bias melihat Cahaya yang indah dari kejauhan.

Supar pun terus mendekat, dan kali ini lebih dekat dari biasanya. Wangi yang kian kuat dan cahaya yang semakin didekati semakin terlihat indah benar benar membuai Supar. Walaupun wangi itu kian menyesakkan dadanya dan membuatnya sulit bernapas, tapi tidak menyurutkan nyali Supar untuk mendekati Cahaya. Walaupun semakin didekati cahaya itu semakin membutakan mata, tapi itu semakin membuat Supar ingin mendekat, dan menikmati buaian indahnya Cahaya.

Supar merasa ada di titik nol, titik dimana yang ia tidak bias melihat hal lain selain keindahan, dan tidak bias mencium hal lain selain wewangian cahaya itu sendiri. Dan Supar berkata “Tuhan, ini kah surga?”
“Niniiiiiiiiiiiiii………ada kecoaaaaaaaaaaaaaaaaaa gede bangettttttttt”
“Pukul atuh
..”
Brakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk……………………………………Brakkkkkkkk……braaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkk

Gelap….

Tamatlah riwayat Supar. Dan sampai disinilah cerita tentang Supar berakhir.





posted by ayuanggraini @ 6:23 PM   6 comments
Tuesday, May 12, 2009
Rage from the gloomy golden week...

This year’s golden week was doubly special to us. Not only because we have, our baby, Lintang with us this year -and this should be her first golden week too-, but also because April was a hard month for us with the new life coming and loads of changes to get used to, so we were thinking using this golden week holiday as a treat to ourselves.

After enjoying the Hakata dontaku (which claimed as the biggest annual cultural parade in Kyushu), we were heading to Canal city, expecting someplace where we can rest ourselves and have some meals. The heavy crowd wasn’t surprise me at all. But the way people behave toward each other in this kind of situation that put me in astonishment.

So there were two boys in wheel chair right ahead us, waiting for the elevator together with other people. And when elevator finally arrived and opened, those crowds rushed into the elevator and suddenly the tiny cube elevator packed with people except people with baby stroller and these two boys in wheel chair. And we had to wait for the next elevator to come.

I was like….heeyyy….Don’t you feel ashamed, you people with healthy legs? What happened with the word “priority” here?...Do they ever realized that elevator was originally made for priority people? And by “priority” means people who unable to walk as healthy people, elderly, pregnant women and people with baby in stroller. How come you the not-priority-people rushed into the elevator and left the priority-people behind?

And as if that was not enough, we met the boys with wheelchair again [together with their guardians] when we were standing in the line of McDonalds’ burger. Turned out the worst part had not yet to come. I pulled my baby stroller out when we finished our meal. Right when I turned my body, I saw a heartbreaking scene. No body gave those two boys in wheelchair a table, so they ended up having their meal in front of the garbage bin. I wish I saw this earlier so I could gave them my table and have their meal in proper place.

That was not actually my first time seeing things like that, although I think that was the worst so far. Take the rush-hour-train for example. Some time during that rush hour, you will find a woman with children or pregnant woman or old woman who stand up in the crowd of the train because no body is care enough to give their sit to them. Instead, these healthy people who have a perfect seat will simply look down and pretend to sleep and pretend nobody is watching with resentful.

Has the word “compassion” or “care” suddenly vanish from our dictionary? What happen with the fact that Japanese people is pleasant people with norms and values? You may think “c'mon....there’s no such perfect thing in this world, just a little flaw...Big deal?”… It’s a big deal.
Many foreigners in here came to believe that many people in this country try to adopt some western cultures into their lives. Ok what kind of culture they’re trying to pick? This ignorant behavior? I am not trying to say that western cultures are bad culture. Everything has its bad and good sides, so pick the good one not the bad one.



Labels:

posted by ayuanggraini @ 3:22 PM   3 comments
Monday, April 27, 2009
si-bos

Ini crita [read; gosip] dari tempat kerja saya yang baru. Rasanya menyenangkan juga, punya aktivitas lain slain beberes rumah. Dan lebih menyenangkan lagi saya seneng sama yg saya kerjakan sekarang. Bisa berada diantara orang2 yg pinter2 dan menarik [dalam arti omoshiroi], jg jadi nilai tambah yg bikin betah.

Salah satu hal yg menurut saya menarik dari tempat kerja yang sekarang adalah bos saya [Selain salah satu teman kerja saya yg kalo liat fotonya mirip darvish, tp setelah ketemu ternyata ga gitu mirip darvish heheh].

Kalau bos saya yang dulu tipikal orang yang benci hari libur, nah dengan bos saya yang sekarang beda. Kayanya saya klop banget sama bos saya yang sekarang yang ritme kerjanya ga sesibuk bos saya yang dulu [yg bahkan wiken dan saat sakit pun tetap kerja]. di tempat kerja yang sekarang, wiken malah dilarang masuk kecuali sangat2 terpaksa dan itu pun harus ngomong sama si bos.. yihiiiii......

Dan kalau bos saya yang dulu orangnya rendah hati dan tidak sombong, well bos saya yang sekarang juga rendah hati dan tidak sombong, tapi tingkat kenarsisan nya melebihi bos saya yang dulu [yang jelas2 tidak narsis, yaah narsis sih tp sedikit]. Bayangkan, ketika pertama kali saya ketemu dia langsung pamer "tau gak, saya yang terbaik di bidang saya saat ini"...gubrak...dan dia menunjukkan segambreng bukti bahwa dia yang terbaik saat ini...well sir, congratulation then ...=))....yaah secara situ bos gitu, kalo emang pinter/jenius kayanya ga perlu di omongin deh...

Beda banget sama bos saya yang dulu. Dulu suatu kali salah satu penelitian boss saya dapet penghargaan dari pemerintah. Saat saya mengkonfirmasi kabar itu dan mengucapkan selamat ke bos saya, jawaban dia adalah "yaa....sebenarnya penghargaan itu lebih cocok untuk staf2 saya sih, karna mereka sebenarnya yang mengerjakan penelitian ini siang malam"....see, jawaban yg rendah hati...

Kalau anda2 masuk ke kantor saya yang dulu, yang ketemu adalah deretan poster hasil penelitian staf2 di lab itu (narsis dengan cara yg berbeda), tapii kalo masuk ke kantor sekarang, 3 hal akan anda temukan adalah:

1. foto member lab segede gaban (menunjukkan level kenarsisan member lab dan bosnya)

2. satu meja yang isinya penuh dengan pamflet2 yang isinya prestasi dan keberhasilan yg sudah diraih bos saya (menunjukkan level kenarsisan bos saya =))

3. saya donk heheheh (menunjukkan level kenarsisan member lab nya yg ga jauh beda sama bos nya hweheheh)

Terlepas dari hal2 kaya gitu, baru ini saya nemu bos yang masih ada waktu buat sekedar say hi dan ngucapin salamat pagi ke staf2nya. atw sekedar nanyain kabar anak saya hehehe...dan berbaik hati nerima jam kerja saya yang beda dari jam kerja yg lain. Dan pastinya berterima kasih banget atas kebaikan hatinya atas kesempatan kedua ini.

dah ah balik kerja lagi....






Labels:

posted by ayuanggraini @ 10:18 AM   2 comments
Friday, April 10, 2009
入学式

Mekarnya sakura pastinya menjadi tanda datangnya musim semi. Dan mekarnya sakura selalu menjadi pertanda dimulainya kehidupan baru. Mungkin dengan dasar pemikiran itu juga kenapa april menjadi bulan dimulainya tahun ajaran baru sekolah. Dan mulainya taun ajaran baru pasti tidak bisa dipisahkan dari nyuugakushiki [upacara penerimaan siswa baru disekolah].

Entah karna kemaren abis ngikuti acara nyuuenshiki nya lintang, akhir2 ini jadi sering merhatiin orang2 yg mo ikut nyuugakushiki. Seminggu ini minggu mungkin tema nya adalah nyuugakushiki. Beberapa hari yang lalu dikampus ada nyuugakushiki juga. Dan beberapa hari ini, pagi2 sering banget ngeliat orang2 rame2 dianter ortunya ke sekolah untuk hadir di acara nyuugakushiki.

Apa sih menariknya ngeliat orang mo berangkat nyuugakushiki?

Menyenangkan aja liat orang2 pada semangat mo dateng ke nyuugakushiki. Bapak2 pake jas dan dasi yg bagus, ibunya jg dandan cantik pake stelan blazer dengan korsase segede gambreng hehehe....dan si anak biasanya jalan agak cepet dengan sedikit nervous hari pertama.

Orang2 baru yang datang di hari pertama biasanya lebih semangat daripada orang2 lama dalam menghadapi hari pertamanya...nah kalo ketemu orang2 baru dengan semangat baru rasanya pengen tertular juga semangat baru di hari yang baru di kehidupan yang baru juga.

Coba perhatikan nyuugakushiki tiap2 tingkat sekolah;

- sd

biasanya masih diantar sama kedua orang tua. Orang tuanya bahagia melihat anaknya sudah mulai beranjak besar dan masuk sd, dan si anak juga semangat sekali jalannya sambil menggendong tas merah kotak yang baru juga. pemandangan nyuugakushiki anak sd dimana orang tua datang sambil menggandeng tangan si anak rasanya membuat yang melihat bisa merasakan kebahagiaan jadi keluarga.

- smp

Karna sudah masuk masa abg, biasanya si anak sudah mulai ga mau digandeng2 lagi sama ortunya. Orang tua [biasanya yang datang masih lengkap bapak dan ibu] pun datang dengan beragam ekspresi. Yang masuk sekolah favorit, pastinya datang dengan dada terbusung dan senyum kebanggaan. Yang masuk sekolah non favorit, datang dengan harap2 cemas hehehe...ya ga semua sih, ada juga orang tua yang tetap bahagia dan bersyukur dan bangga sama anaknya walaupun ga masuk sekolah favorit.

- Sma

Nah si anak sudah remaja dan sebentar lagi akan beranjak dewasa. Biasanya yang ikut dateng ke nyuugakushiki cukup sang ibu saja. Sang ayah? mungkin sibuk di kantor karna sudah makin tua, jabatan sudah tinggi, sudah ga punya waktu lagi untuk dateng ke acara nyuugakushiki anaknya.

SMA pastinya jadi point penting, titik penentu kelangsungan dan kesuksesan masa depan. Urusan favorit dan ga favorit sepertinya masih menjadi penentu ekspresi kebahagiaan para orang tua dan murid. Gagal masuk sma favorit, pastinya sudah menjadi pressure tersendiri buat si murid, karna ada ancaman madesu [masa depan suram].

Bagi yang masuk sma favorit pun belom tentu hepi, karna ada tekanan harus berhasil masuk perguruan tinggi favorit setelah lulus sma nanti.

Pastinya kita semua setuju bahwa masuk sekolah favorit atau perguruan tinggi favorit di jurusan favorit bukan jaminan hidup yang sukses. Seperti teori suksesnya banyak orang, bahwa sukses hanyalah titik kecil diatas gunung kegagalan. Jadi pastinya perlu kerja keras dan semangat tinggi untuk mencapainya.

Jadi tetaplah semangat....aah seandainya saja saya bisa melihat pemandangan nyuugakushiki tiap bulan, supaya terus bisa memantain semangat saya.

oiya dibawah ada foto lintang waktu ikutan nyuuenshikinya kemarin...

































Labels:

posted by ayuanggraini @ 4:01 PM   0 comments
Tuesday, February 03, 2009
Hi-tech vegetables


Weekend kemaren nonton diteve ada berita menarik, judul liputannya "hi-tech yasai". Yasai dalam bahasa jepang artinya sayur.

Apa itu hi-tech yasai?

Hi-tech yasai, sesuai namanya, adalah sayur yang diproduksi dengan bantuan teknologi tinggi. Kalau pada umumnya sayuran tumbuh di tanah pertanian dan sangat bergantung pada cuaca dan iklim, maka hi-tech yasai ini bisa tumbuh, regardless musim, cuaca atau indikator alam lain yang menentukan produktivitas pertanian. Menurut pengelola si hi-tech yasai, selain dikelola dengan bantuan teknologi canggih, hi-tech yasai ini juga lebih terjamin kebersihannya.

Langkah pertama dalam kerja hi-tech yasai ini adalah pembibitan. biji sayuran di taruh dalam suatu media tumbuh, lalu ditempatkan dalam ruangan yang diterangi lampu khusus. Lampu ini tidak seperti lampu bohlam biasa, tapi lampu yang didesain khusus untuk menggantikan fungsi sinar matahari. Oiya seluruh proses pertanian sayur hi-tech ini dilakukan indoor alias dalam ruangan tertutup.

Setelah si sayur mulai tumbuh, kemudian dipindahkan ke media tempat tumbuh dan ditaruh di ruangan khusus tempat si sayur tumbuh besar. diruangan ini juga dipasang lampu serupa. Karna kosakata bahasa jepang saya yang buruk, saya kurang mengerti crita soal lampu ini, padahal ini menarik. Diruangan ini, uniknya media sayur di buat miring, ternyata ini disengaja karna dibawah media tempat tumbuh sayur sudah diinstal pipa untuk menyiram sayuran tadi.

Setelah sayur siap dipanen, media tadi dipindahkan ke ruang panen dan setelah dipanen, sayuran di cuci dan dikemas dalam plastik lalu siap dipasarkan ke supermarket.

Terdengar kurang menarik?

Nah here I'm about to hit the interesting part =). Masih ingat crita yang saya tulis di blog sekitar setaunan lalu tentang global warming?

Ditulisan yang saya buat setelah membaca sebuah artikel di majalah Science tentang global warming, saya menulis bahwa penulis artikel tersebut mengingatkan akibat global warming terhadap krisis pangan yang akan dihadapi dunia. Si penulis juga menekankan bahwa krisis pangan akibat global warming akan lebih ganas dirasakan negara miskin dan berkembang yang ignorance akan issue ini dan sistem pertaniannya masih konvensional.

Dulu saya kurang yakin dengan opini ini. Tapi begitu melihat liputan ini saya cukup kaget. Ternyata negara kecil dengan penduduk setngahnya penduduk indonesia ini boleh dibilang sudah mempersiapkan diri, just in case, alam sudah tak bersahabat dengan kita. Mungkin dalam beberapa taun kedepan, mereka sudah siap jika seandainya kita sudah tidak bisa mengandalkan alam lagi untuk membantu pertanian kita.

Lalu bagaimana dengan negara kita?

Kita punya puluhan bahkan ratusan universitas/institusi pendidikan di negara ini, dan hampir semua universitas tersebut memiliki fakultas pertanian. Tapi anehnya tetap saja kita masih ngimpor banyak produk pertanian dari negara lain, sektor pertanian kita masih tertinggal, para petani sudah enggan bertani dan pekerjaan menjadi petani menjadi pekerjaan yang kurang dihargai. Padahal katanya negara kita adalah negara agraris.

Fyi, saya kaget sekali ketika taun lalu saya mudik, ibu saya beliin saya pisang goreng yang harganya seribu rupiah sebiji. Waktu saya tanya "mah, mahal amat pisgornya?". kata ibu saya, ini karna sekarang petani pisang [saya lupa namanya jenis pisang untuk pisang goreng, pisang raja kalo ga salah] sudah langka ditempat saya. Jadi untuk memenuhi kebutuhan pisgor, mereka harus ngimpor dari daerah lain dan akibatnya harga pisang jadi mahal. haduh sedihnya....

We're living in world full of crisis.

Terutama di negara kita, kita punya banyak krisis. Krisis ekonomi, krisis kepemimpinan, krisis kependudukan, krisis kepercayaan, krisis pendidikan, krisis moral [entah apa itu krisis moral] sampai krisis kepercayaan diri. Dan kalau kita masih cuek, mungkin [walaupun saya berharap tidak terjadi] kita harus siap2 menghadapi krisis pangan. Saya sih berharapnya pemerintah [bukan hanya pusat tapi daerah] taking a really serious action, as serious as they handle the election. Jangan sampe begitu pemilu bubar, kerja juga buyar.

pffuih...panjang juga omongan saya kali ini


Labels:

posted by ayuanggraini @ 1:39 PM   0 comments
another day with chicken pox
Most people might expecting something good to come along on January...why? Because it’s January, it is the beginning of the year. It is sort of important coz if you had a bad start then it might be a sign of bad odds. Well, it might be not a common thought though...

So something terrible was unexpectedly happened to us. It was started when we found a red spot on my baby's head. And before we came to a conclusion of what was going on, the red spots were already crazily spreading all over her body. Our pediatrician confirmed that it actually was a chicken pox [or "mizuboshou" in Japanese].

But before things get unraveled, we found also red spots all over my husband’s body. I always thought the fact that our baby has chicken pox is already terrible, until I saw how awful that disease working on my husband’s body. It was really nasty.

And as if it seemed not enough, the doctor my husband seen turned out to be the problem. He can’t speak English [though I guess most Japanese doctors can’t] and my husband can’t speak Japanese [though he’s been live here for almost four years]. There were lots of miscommunication took place in between, where took the drugs in the wrong way was occur as a result. And to worsen the situation, my husband got an acute gastrointestinal inflammation only couple days after the doctor confirmed that he had chickenpox. Poor him. And yet he still had a little spirit inside that help him fought through his desperation and sorrow because of the diseases.

And now things are getting better. That two weeks with chicken pox and gastrointestinal disease he had, had teach him some lessons on the importance of health. And to me, it gave me some lessons that I need to take care of them seriously, and seeing them happy and healthy is all that matters.

This is the picture of lintang when red spots covered with white anti-chickenpox-lotion..
















and here was when lintang prepared for her first solid food...

Labels:

posted by ayuanggraini @ 10:00 AM   0 comments
About Me

Name: Sri Ayu Anggraini
Home: Tokyo, Japan
About Me: ternyata menggambarkan diri sendiri lebih sulit daripada menggambarkan orang lain atau benda lain..mgkn karna kita merasa diri kita terlalu complicated untuk digambarkan dalam kata2 atau aga puyeng mencari kata2 yg "keren" untuk menggambarkan "kekerenan" diri sendiri...narsisme ternyata emang sebagian dari iman..tapi kok si iman ga narsis tuh?hehehe
See my complete profile
Previous Post
Archives
Friends
monggo bengak bengok
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
Sponsor
© .:: J 3 N d E L a ::. . template by ayuku dot com